Jual Alat Kesehatan dan Jas Dokter Murah

JASMINE MEDICAL SURABAYA. JL. GUBENG KERTAJAYA 4 RAYA NO 9 SURABAYA. Buka SENIN sd JUMAT 16.00-20.00, SABTU-MINGGU SESUAI PERJANJIAN. No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

BlogDokter Khitan Surabaya

Jasmine Medical Surabaya melayani khitan/sirkumsisi di Surabaya. Alamat kami di: Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya No. 9 Surabaya No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

03 Januari 2011

Perubahan iklim dan Sumber energi baru Indonesia

| 03 Januari 2011 | 0 komentar

Perubahan iklim dan Sumber energi baru Indonesia

Wooow tidakkah anda rasakan perubahan iklim di negeri ini beberapa tahun terakhir, hemmm kayaknya makin parah aja yah, waktunya musim hujan tidak menentu kadang jadi panas, kadang musim panas bisa-bisa jadi hujan. Inilah mungkin salah satu kegelisahan kita di tanah air kita, Indonesia. Banyak gagal panen terjadi karena iklim yang tidak bersahabat, ketika saya PTT di Sumba Timur NTT tahun lalu dikatakan bahwa salah satu daerah Kabupaten di NTT ini sedang krisis pangan. Saya melihat sendiri bahwa hasil panen padi, jagung dsb tidak sesuai harapan, banyak petani yang gulung tikar dan terlilit ekonomi. Mereka banyak menjual barang-barang pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidup, bayangkan saja diwaktu mereka menanam padi..eh..eh rupanya tidak turun hujan, maklum sewaktu saya tugas di pedalaman Sumba air susah sekali dan kebanyakakan sawah disana adalah tadah hujan..Jadi udah bisa ditebak, karena mengandalkan hujan, banyak petani merugi. Tak salah waktu saya di Sumba, logistik hanya cukup untuk beberapa bulan aja. Berita dari Metro TV News udah mewakili dengan berita "Ribuan Petani di NTT Terancam Krisis Pangan" . "Krisis pangan bakal melanda Sumba Timur NTT, karena curah hujan yang relatif kurang tahun ini." itu sambutan Bupati Sumba Timur yang saya hadiri waktu pelepasan Kadinkes Sumba Timur dr. Matius Kitu Sp. B. Miris tapi harus dihadapi, ini masalah kita bersama. Perubahan iklim ini bisa karena faktor manusia selain karena Lingkungan itu sendiri. manusia mengambil peran yang besar dalam terciptanya global warming, sehingga mengubah iklim itu sendiri, liat aja kutub utara esnya udah pada mencair. Kalau tidak ditanggulangi segera, daratan bisa menjadi lautan. Jangan sampe!

Pengguanaan BBM agaknya udah mulai dikurangi, subsisdi mulai dihapus, orang-orang udah mulai konversi minyak tanah. Termasuk di Surabaya tercinta, tapi dulu di NTT masih belum konversi jadi minyak tanah masih banyak digunakan selain kayu bakar tentunya. Wah kalau listrik di Waingapu sering mati jangan tanya..hehehe..bisa beberapa jam sehari, ada gilirannya malah setiap minggu. Maklum disini masih menggunakan suplai minyak/batu bara untuk menghidupi listrik di kota, belum ada Pembangkit Listriknya. jadi kalau ada gangguan di laut akibat ombak, cuaca buruk udah bisa dipastikan hemat listrik alias mati lampu lagi..Tapi ngomong-ngomong masalah hemat listrik, saya setuju dengan program PLN untuk mematikan hal-hal yang kurang penting saat beban listrik di malam hari. Ingat bisa menghemat rekening dan listrik kita tentunya..Waktu saya di Sumba, aku dan pegawai Puskesmas berkunjung ke rumah kepala desa Nangga, yah sekitar 45 menit dari kampungku. Waaah kaget aku, di pedalaman pak Kades udah bisa membimbing kelompok-kelompok tani di desanya. Desa Nangga adalah salah satu penghasil kacang mente di Sumba. Nah udah tau kan apa tujuanku...hehehe..Waktu ngobrol sama perawatku, kulirik diatas jendela kok ada selang panjang yang mengulur sampai ke Lampu depan. Yang kudu diketahui nih, Desa Nangga blum masuk PLN alias tak ada listrik. Wah sambil nungguin pak Kades datang, kutanya istrinya. Lah jawabannya itu adalah selang biogas, untuk menghidupkan lampu listrik dirumah, tapi maksimal cuma 3 lampu aja. Dalam hatiku yah lumayan, daripada gak ada penerangan sama sekali dan hanya mengandalkan obor dan tenaga surya. Kata ibu Kades kotoran hewan kan banyak disana terutama sapi, jadi bisa digunakan sebagai bahan baku biogas untuk menyalakan listrik. Mesin dan selangnya adalah hibah dari salah satu instansi di Waingapu. Wah keren di daerah pedalaman aja udah muncuh ide kayak begini. kata Pak Kades gak hanya rumah ini aja yang dialiri listrik dari biogas tapi ada beberapa rumah di Desa Nangga yang diberi hibah, tentunya atas usaha Kepala Desa Nangga. Salut buat Kepala Desa Nangga!!!

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Copyright 2010. Blog Dokter Indonesia . All rights reserved | FK UNAIR 2002 is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com