Jual Alat Kesehatan dan Jas Dokter Murah

JASMINE MEDICAL SURABAYA. JL. GUBENG KERTAJAYA 4 RAYA NO 9 SURABAYA. Buka SENIN sd JUMAT 16.00-20.00, SABTU-MINGGU SESUAI PERJANJIAN. No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

BlogDokter Khitan Surabaya

Jasmine Medical Surabaya melayani khitan/sirkumsisi di Surabaya. Alamat kami di: Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya No. 9 Surabaya No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

09 Mei 2011

Kisah Legenda Kuliner Nusantara

| 09 Mei 2011 | 1 komentar

Ayo Ramaikan Gaung Kenikmatan Legenda Kuliner Nusantara

Kisah Legenda Kuliner Nusantara
: RUJAK CINGUR KHAS SUROBOYO

Mungkin anda yang berasal dari Jawa Timur khususnya Surabaya pasti tahu dengan rujak cingur. Yap, rujak cingur adalah salah satu makanan kuliner tradisional yang khas ditemukan bila anda singgah ke kota Pahlawan Surabaya. Rujak cingur sendiri terdiri dari berbagai macam campuran diantaranya buah-buahan (kedondong, mangga muda, belimbing, nanas, bengkuang, mentimun, krai-seperti mentimun), sayur-sayuran (krai rebus, kangkung, kacang panjang, kecambah), tempe goreng, tahu goreng, lontong, tentu tidak ketinggalan berupa cingur (irisan mulut atau moncong sapi yang direbus) dan kerupuk. Dan semuanya dicampur jadi satu dengan bumbu petis udang dengan campuran bersama cabai, kacang tanah, bawang putih goreng, irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda, terasi, garam, dan gula. Petis udang ini yang membuat bumbu rujak cingur berwarna hitam, dan bila anda tidak biasa memakan petis udang maka anda akan kaget mendapati kuliner makanan ini yang berwarna hitam dan "aneh". Tapi sekali mencoba anda bakal ketagihan, rasa petis khas Suroboyo bakal nendang dan membikin rujak cingur makin terkesan di lidah. Ya, pemilihan bumbu petis udang yang baik akan menambah nilai rasa dari rujak cingur sendiri. Rujak cingur ini menurut pengalaman penjualnya selama ini dibagi dalam dua buah pilihan yaitu matengan dan yang standar atau biasa. Matengan berarti matang (bahasa Jawa) yang identik dengan matangnya campuran bahan-bahan dalam sajian rujak cingur seperti lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (krai yang digodok) dan sayur (kangkung, kacang panjang, tauge) yang telah digodok dan tanpa adanya tambahan bahan buah-buahan. Rujak cingur yang disajikan standar/biasa maupun 'matengan' sesuai selera masing-masing, namun saya selalu memilih 'matengan'. Nah sajian rujak cingur ini seakan terlihat 'tradisional'-nya karena disajikan diatas pincuk (daun pisang muda). Rujak cingur sangat disukai berbagai kalangan, harganya pun beragam dari yang level 5 ribuan hingga 35 ribu pun ada. Di Surabaya banyak terdapat penjual rujak cingur, namun yang paling terkenal adalah rujak cingur yang berada di Jalan Ahmad Jais Surabaya dan sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Rujak cingur ini merupakan langganan anggota DPR RI Jakarta, dan tokoh-tokoh nasional seperti Alm. Gus Dur dan Megawati pun pernah mencicipi Legenda Kuliner Nusantara Suroboyo ini.
Kuliner nusantara seperti rujak cingur harus terus dilestarikan ditengah arus modernisasi budaya makanan-makanan sajian dari luar. Dan ini telah diwujudkan oleh Kecap Bango, yah Kecap Bango telah lama menjadi sajian penambah lezatnya masakan nusantara dan dengan misi sosial-nya untuk melestarikan kuliner nusantara. Anda pasti tahu dengan Festival Jajanan Bango (FJB) kan? Ya, kegiatan ini merupakan gagasan Kecap Bango untuk mempopulerkan kembali makanan tradisional Indonesia sehingga makanan warisan leluhur terus menjadi bagian tak terpisahkan dari semua keluarga di Indonesia. Tahun 2010 lalu Kecap Bango mampir ke Surabaya, sebagai bagian dari Festival Jajanan Bango 2010. Tahun lalu dilaksanakan di Lapangan Kodam V Brawijaya dengan tema yang menurutku sangat bagus yaitu "Pilihan Ibu Nusantara". Tema "Pilihan Ibu Nusantara" tentu menyentuh para ibu rumah tangga yang tanpa kompromi dan sepenuh hati menggunakan Kecap Bango untuk memasak. Ibu rumah tangga sebagai bagian inti dari keluarga tentunya sangat di apresiasi oleh Kecap Bango sehingga pemilihan tema ini sangatlah tepat. Pengunjung saat itu juga bisa berkeliling 'Kampung Bango', pengunjung diajak untuk mengenal proses pembuatan kecap berkualitas mulai dari pembibitan kedelai, pemilihan kedelai pilihan hingga proses produksi.


Festival Jajanan Bango tahun 2011 ini mengusung tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’, dengan tema ini Bango akan kembali menghadirkan dan menanamkan kecintaan akan masakan warisan budaya nusantara kepada masyarakat yang telah melegenda. Kecap Bango memberikan apresiasi yang tinggi bagi para legenda dan ahli dalam kuliner nusantara, tema menarik tahun ini merupakan bentuk mitra setia dan sumber inspirasi bagi Bango sekali lagi sebagai bentuk misi sosialnya. Bentuk penghargaan Kecap Bango ini ditujukan kepada begitu banyak sosok legenda yang telah berjasa dalam melestarikan kuliner nusantara melalui hidangan legendaris yang menggugah selera dan rasa. Pelaku legenda kuliner Indonesia ini tidak hanya memiliki komitmen luar biasa, tetapi juga kecintaan tinggi terhadap budaya kuliner nusantara. Dan tahun ini Bekasi menjadi kota persinggahan yang pertama diantara serangkaian pelaksanaan FJB akan disusul dengan kota Depok, Sidoarjo, Kediri dan Malang. Kelima kota ini dipilih dengan pertimbangan memiliki potensi kuliner cukup besar dan banyak diantaranya yang telah melegenda. Kecap Bango memberikan kontribusi nyata dalam pewarisan legenda kuliner warisan nusantara dimana Festival Jajanan Bango (FJB) yang tahun ini telah memasuki tahun yang ke-7. Pada tanggal 14 Mei 2011 kota udang Sidoarjo beruntung terpilih menjadi salah satu kota dimana Festival Jajanan Bango akan diadakan. Acara akan diadakan di parkiran GOR Sidoarjo di Jl. Pahlawan Sidoarjo, tentu arek-arek Sidoarjo tidak akan melewatkan momen ini. Disana anda akan disuguhkan Soto Tangkar Betawi H. Ahmad Muchtar Jakarta, Brongkos Daging Ibu Suprih Yogyakarta, Tengleng Solo Ibu Edy, Kupat Tahu Gempol Yang Jempol Bandung dan menikmati jajanan tradisional lainnya dari seluruh Indonesia yang dihadirkan dengan sepenuh hati. Jangan lewatkan juga bakal banyak kesenian daerah dan aneka hiburan, makan enak cukup dengan harga Rp. 10.000,- jika membawa bungkus kosong Bango 85 ml. Heem... tertarik?? Segera deh luangkan agenda anda untuk FJB tahun 2011 ini dengan tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’

Kisah Legenda Kuliner Nusantara
Festival Jajanan Bango 2011 - Sidoarjo






Dan sejak dahulu kala nusantara kita dari Sabang sampai Merauke ternyata mampu menyimpan puluhan bahkan ratusan kuliner khas yang mampu bertahan bahkan melegenda melewati arus perubahan jaman. Bila kita sempat pergi keluar negeri pasti kangen dengan kuliner nusantara yang tak didapat di negeri orang. Memang dengan citarasa yang khas menjadikan kuliner nusantara tidak akan mudah terlupakan. Rasa kuliner nusantara memang berciri berbeda yang dimiliki tiap-tiap daerah dan ini menjadi warisan budaya yang tidak ternilai. Bersiaplah-siaplah mengunjungi FJB tahun 2011 di kota Bekasi, Depok, Sidoarjo, Kediri dan Malang. Ayo Ramaikan Gaung Kenikmatan Legenda Kuliner Nusantara.

“Bersama Bango, mari kita lestarikan warisan kuliner Nusantara”


W3 Directory - the World Wide Web Directory

1 komentar:

Dokter Yasin mengatakan...

@ Restoran Jepang: Thank you.. i hope you can enjoy my blog :)

http://yasinfadillah.blogspot.com/2011/05/kisah-legenda-kuliner-nusantara.html#comments

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
© Copyright 2010. Blog Dokter Indonesia . All rights reserved | FK UNAIR 2002 is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com