Kisah Legenda Kuliner Nusantara: RUJAK CINGUR KHAS SUROBOYO
Kuliner nusantara seperti rujak cingur harus terus dilestarikan ditengah arus modernisasi budaya makanan-makanan sajian dari luar. Dan ini telah diwujudkan oleh Kecap Bango, yah Kecap Bango telah lama menjadi sajian penambah lezatnya masakan nusantara dan dengan misi sosial-nya untuk melestarikan kuliner nusantara. Anda pasti tahu dengan Festival Jajanan Bango (FJB) kan? Ya, kegiatan ini merupakan gagasan Kecap Bango untuk mempopulerkan kembali makanan tradisional Indonesia sehingga makanan warisan leluhur terus menjadi bagian tak terpisahkan dari semua keluarga di Indonesia. Tahun 2010 lalu Kecap Bango mampir ke Surabaya, sebagai bagian dari Festival Jajanan Bango 2010. Tahun lalu dilaksanakan di Lapangan Kodam V Brawijaya dengan tema yang menurutku sangat bagus yaitu "Pilihan Ibu Nusantara". Tema "Pilihan Ibu Nusantara" tentu menyentuh para ibu rumah tangga yang tanpa kompromi dan sepenuh hati menggunakan Kecap Bango untuk memasak. Ibu rumah tangga sebagai bagian inti dari keluarga tentunya sangat di apresiasi oleh Kecap Bango sehingga pemilihan tema ini sangatlah tepat. Pengunjung saat itu juga bisa berkeliling 'Kampung Bango', pengunjung diajak untuk mengenal proses pembuatan kecap berkualitas mulai dari pembibitan kedelai, pemilihan kedelai pilihan hingga proses produksi.

Festival Jajanan Bango tahun 2011 ini mengusung tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’, dengan tema ini Bango akan kembali menghadirkan dan menanamkan kecintaan akan masakan warisan budaya nusantara kepada masyarakat yang telah melegenda. Kecap Bango memberikan apresiasi yang tinggi bagi para legenda dan ahli dalam kuliner nusantara, tema menarik tahun ini merupakan bentuk mitra setia dan sumber inspirasi bagi Bango sekali lagi sebagai bentuk misi sosialnya. Bentuk penghargaan Kecap Bango ini ditujukan kepada begitu banyak sosok legenda yang telah berjasa dalam melestarikan kuliner nusantara melalui hidangan legendaris yang menggugah selera dan rasa. Pelaku legenda kuliner Indonesia ini tidak hanya memiliki komitmen luar biasa, tetapi juga kecintaan tinggi terhadap budaya kuliner nusantara. Dan tahun ini Bekasi menjadi kota persinggahan yang pertama diantara serangkaian pelaksanaan FJB akan disusul dengan kota Depok, Sidoarjo, Kediri dan Malang. Kelima kota ini dipilih dengan pertimbangan memiliki potensi kuliner cukup besar dan banyak diantaranya yang telah melegenda. Kecap Bango memberikan kontribusi nyata dalam pewarisan legenda kuliner warisan nusantara dimana Festival Jajanan Bango (FJB) yang tahun ini telah memasuki tahun yang ke-7. Pada tanggal 14 Mei 2011 kota udang Sidoarjo beruntung terpilih menjadi salah satu kota dimana Festival Jajanan Bango akan diadakan. Acara akan diadakan di parkiran GOR Sidoarjo di Jl. Pahlawan Sidoarjo, tentu arek-arek Sidoarjo tidak akan melewatkan momen ini. Disana anda akan disuguhkan Soto Tangkar Betawi H. Ahmad Muchtar Jakarta, Brongkos Daging Ibu Suprih Yogyakarta, Tengleng Solo Ibu Edy, Kupat Tahu Gempol Yang Jempol Bandung dan menikmati jajanan tradisional lainnya dari seluruh Indonesia yang dihadirkan dengan sepenuh hati. Jangan lewatkan juga bakal banyak kesenian daerah dan aneka hiburan, makan enak cukup dengan harga Rp. 10.000,- jika membawa bungkus kosong Bango 85 ml. Heem... tertarik?? Segera deh luangkan agenda anda untuk FJB tahun 2011 ini dengan tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’
Readmore..