Jual Alat Kesehatan dan Jas Dokter Murah

JASMINE MEDICAL SURABAYA. JL. GUBENG KERTAJAYA 4 RAYA NO 9 SURABAYA. Buka SENIN sd JUMAT 16.00-20.00, SABTU-MINGGU SESUAI PERJANJIAN. No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

06 Februari 2014

Jual Fetal Doppler Murah

| 06 Februari 2014 | 0 komentar

Blogdokter jual murah fetal doppler untuk mendeteksi denyut jantung bayi selama dalam kandungan. Subhanallah.. apabila kita dapat mendengarkan bunyi jantung anak kita selama kehamilan. Bunyi denyut jantung dapat didengar sekitar umur kehamilan 14 minggu. Bidan, dokter umum, dokter muda/koass, PPDS/residen di bidang Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) setidaknya harus mempunyai alat ini dalam mendeteksi normal atau tidaknya denyut jantung janin.


Jasmine Medical Surabaya menjual alat kesehatan murah untuk anda sebagai bagian menyehatkan masyarakat Indonesia. Kami menyediakan fetal doppler merek Bistos Hi-Bebe baik yang LCD maupun sound.

Spesifikasi alat ini antara lain:

- Low Battery Display
- Signal Quality Display
- Built-in Loudspeaker
- Compact and Light
- High-Sensitivity Doppler probe
- Ergonomic Design
- Clean Sound
- Easy to Use
- Low power Consumption
- Long Time to Continuous Use (6hours)


Harga Fetal Doppler Bistos Hi-Bebe Sound: Rp. 535.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Harga Fetal Doppler Bistos Hi-Bebe LCD: Rp. 925.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Apabila berminat dapat menghubungi:

Jasmine Medical Surabaya

dr. Yasin Fadillah

Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya No. 9 Surabaya

No. Telpon/sms/whatsapp: 081332634645
Email: yasinfkua02@gmail.com
YM: yasin_fkua02@yahoo.com

Jam buka senin-jumat jam 16.00-20.00
Hari sabtu dan minggu sesuai perjanjian

NB: Kami juga menjual jas dokter murah, stetoskop littmann murah, pulse oximeter murah, alat tes gula darah murah, termometer murah, alat khitan/sunat cauter murah, dsb.


Blogdokter Spesialis Jual Jas Dokter Dan Alat Kesehatan Murah Surabaya



Readmore..

24 Februari 2011

IBUMU

| 24 Februari 2011 | 3 komentar

Sebuah Renungan-Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dengan air susunya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya.
Dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan Ibu, sedang engkau balas dengan sikap yang tidak baik.
Dia selalu mendoakanmu baik diam-diam atau terang-terangan. Tatkala Ibumu membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang tak berharga disisimu Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar, Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada suami, istri dan anak-anakmu daripada Ibumu, dan engkau lupakan segala kebaikan yang pernah dia buat!
Dan rasanya…. Berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira Ibumu ada di sisimu umurnya panjang, padahal umurnya pendek Engkau tinggalkan dia padahal tak ada penolong baginya selain dirimu! Padahal ALLAH telah melarang berkata ‘ah’ dan ALLAH telah mengingatkanmu dengan lembut. Dan engkau akan di siksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan ALLAH akan membalas di akhirat dengan menjauhkan dirimu dari-NYA.

Dari sebuah note di facebook

Readmore..

03 Agustus 2010

Taujih hari ini

| 03 Agustus 2010 | 0 komentar

Assalamualaikum,wr,wb.
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah

'Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu.' (Q.S. an-Nisa:59)

'Orang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.' (H.R. At Thabrani)

Bahwa seorang mukmin dapat mengenali kekurangannya dari mukmin lainnya, sehingga ia laksana cermin bagi dirinya.

Islam juga menganjurkan dan mengajak penganutnya agar sebagian mereka mencintai sebagian yang lain, dimana diantaranya engkau berharap agar saudaramu masuk Surga dan dijauhkan dari api Neraka. Tak sebatas mengharap, namun berupaya keras dan maksimal menyediakan berbagai sarana dari hal-hal yang membahayakan dan merugikannya, di dunia maupun di akhirat kelak.

Allah Subhaanahu wa Ta'ala, dalam Q.S. Al Ahzab : 59 berfirman :
'Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.'

'Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.' (Q.S. An Nur : 31)

Readmore..

18 Desember 2009

4 KUNCI SUKSES USAHA

| 18 Desember 2009 | 1 komentar

4 KUNCI SUKSES USAHA

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.


Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

oleh: Probo Jatmiko


Readmore..

01 Desember 2009

Bila Bunda boleh memilih

| 01 Desember 2009 | 0 komentar

Bila Bunda boleh memilih

(Ratih Sang)

Anakku,
Bila bunda boleh memilih
Apakah bunda akan berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka bunda akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu bunda merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak… engkau hidup di perut bunda
Engkau ikut kemanapun bunda pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung bunda berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang dinding rahim bunda ketika engkau merasa tidak nyaman, karena bunda kecewa dan berurai air mata

Anakku,
Bila bunda boleh memilih
Apakah bunda harus operasi caesar atau bunda harus berjuang melahirkanmu
Maka bunda akan memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian panjang memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar dunia sangat bunda rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,yang sakitnya tak akan pernah bisa bunda ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah …
Saat yang paling membahagiakan
Segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,
Bila bunda boleh memilih
Apakah bunda berdada indah,
Atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka bunda memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu bunda telah membekali hidupmu
Dengan tetesan-tetesan dan tegukan-tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada bunda dalam kantuk bunda,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak akan pernah bisa rasakan

Anakku,
Bila bunda boleh memilih duduk berlama-lama diruang meeting
Atau di rumah duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle yang berkeping
Maka sebenarnya bunda memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan bunda, engkau merasa sepi dan merana di rumah
Maka maafkanlah nak…Maafkan bunda…Maafkan bunda…Percayalah nak, bunda sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu keping pun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka bunda
Percayalah nak…Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa bunda.

(Ratih Sang)




Readmore..

24 November 2009

Qurban terbaik

| 24 November 2009 | 0 komentar

Qurban terbaik

Dapat dari milis sebelah...semoga bermnfaat...

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail. Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.

Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya. " Berapa harga kambing yang itu pak?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut. " Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super duajuta rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya. " Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi. " Tidak kurang tidak lebih,sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang bertahan. " Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama "Maaf pak, masih jauh. " ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya. " Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku " Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek


" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?" ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah. " Yah bapak,meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput, " kata si pedagang meledek. Dalam hati aku berkata, a lot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah dikemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

"Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian " Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya.

Belum sempat aku menawar, disebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar. " Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum. " Dua juta tidak kurang tidak lebih Kek. " kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan sikakek. " Weleh larang men regane (mahal benar harganya)?" kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan " bisa di tawar-kan ya mas?" lanjutnya mencoba negosiasi juga. " Cari kambing yang lain aja kek. " sipedagang terlihat semakin malas meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini) Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas. " katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya.

Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya. " Iki (ini) dua jutarupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek,kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan " Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih "

Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yang cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek " mau di antar ke mana mbah?"(tiba- tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah) " Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)"kata si kakek sambil menerimanya " tulung anterke’ ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat situ ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu). "

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.

Perlahan diangkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat. Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu,semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.

Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.

Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan. Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.

Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi .

Yang sanggupmembeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super.

Yang sanggup mempunyai hobby berkendaraan moge (motor gede) dan memilikinya .

Yang sanggup mengkoleksi raket hanya untuk olah-raga seminggu sekali.

Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus.

Tapi apa yang aku pikirkan? Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana.

Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia, balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu .

SEMOGA ADA MANFAATNYA..



Readmore..

26 Maret 2009

Taujih Buat Ukhti: Apel dan Kejujuran

| 26 Maret 2009 | 2 komentar


Seorang lelaki shalih bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba ia melihat sebuah apel terjatuh di luar pagar suatu kebun buah-buahan. Melihat apel merah yang ranum itu tergeletak di tanah, terbitlah air liur Tsabit. Apalagi hari begitu panas dan Tsabit tengah kehausan. Tanpa berpikir panjang Tsabit memungut dan memakan apel itu. Tapi baru setengah memakannya Tsabit ingat: apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin dari pemiliknya.
Tsabit pun bergegas masuk ke dalam kebun itu. Ia hendak menemui si pemilik kebun dan meminta si pemilik menghalalkan sebuah apel yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. “Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya,” kata Tsabit kepada orang itu. Namun ornag itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya orang yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebun ini.”

Tsabit pun bertanya, “Di mana rumah pemilik kebun ini? Aku harus menemuinya untuk meminta ia menghalalkan apel yang telah kumakan ini.”
“Untuk sampai ke sana engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam,” jawab si penjaga kebun.
“Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah saw. sudah memperingatkan kita melalui sabdanya: ‘Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka’,” tukas Tsabit tegas.

Tsabit pergi ke arah yang ditunjuk penjaga kebun. Ia menuju rumah si pemilik kebun. Dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Si pemilik rumah membukakan pintu. Tsabit langsung memberi salam dengan sopan.


“Wahai Tuan, saya terlanjur memakan setengah dari sebuah apel yang jatuh ke luar dari kebun milik Tuan. Karena itu, saya datang untuk meminta Tuan menghalalkan apa yang sudah saya makan itu.”

Lelaki tua si pemilik kebun itu mengamati Tsabit dengan cermat. Lalu dia berkata, “Tidak! Aku tidak akan menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.”
Tsabit khawatir tidak dapat memenuhi syarat itu. Namun, ia tidak punya pilihan. “Apa syarat itu, Tuan?”

Si pemilik kebun menjawab dengan jawaban yang di luar dugaan. “Engkau harus mengawini putriku!”
Tsabit bin Ibrahim terkejut. “Hanya karena aku makan setengah buah apel yang jatuh keluar dari kebun Tuan, saya harus mengawini putri Tuan?” Tsabit membuat pertanyaan dengan warna penuh keheranan.
Tapi si pemilik kebun itu tidak peduli. Bahkan ia menambahkan, “Engkau juga harus tahu. Putriku punya kekurangan. Ia buta, bisu, dan tuli. Ia juga lumpuh.”
Tsabit terkejut. Haruskah ia menikahi perempuan seperti itu hanya karena ia memakan sebuah apel tidak dihalalkan baginya?

Si pemilik kebun itu kembali menegaskan sikapnya, “Aku tidak akan menghalalkan apel yang engkau makan kecuali engkau penuhi syarat itu.”
Tsabit yang tidak ingin di tubuhnya ada barang haram dengan tegas menjawab, “Baik, aku terima karena aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah meridhaiku. Mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala.”

Pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi untuk menyaksikan akad nikah itu. Setelah akad nikah selesai, Tsabit dipersilakan menemui istrinya. “Assalamu”alaikum!” Tsabit tetap mengucapkan salam, walau tahu istrinya tuli dan bisu.

Tsabit kaget. Ada suara wanita menjawab salamnya. Tsabit masuk menghampiri wanita itu. Wanita itu mengulurkan tangan menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut.
Setelah duduk di samping istrinya, Tsabit bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa kamu buta. Mengapa?”
Wanita itu menjawab, “Ayahku benar. Aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah.”
Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan kamu tuli, mengapa?”
“Ayahku benar. Aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat Allah ridha,” jawab wanita itu. “Ayahku pasti juga mengatakan kepadamu aku bisu dan lumpuh, bukan?”
Tsabit mengangguk mengiyakan pertanyaan istrinya itu.
“Aku dikatakan bisu karena aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah saja. Aku dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang membuat Allah gusar.”

Tsabit begitu bahagia. Ia mendapat istri yang shalihah. Apalagi wajahnya bagaikan bulan purnama di malam gelap. Dari pernikahan ini Tsabit dan istrinya dikaruniai seorang putra yang kelak menjadi ulama yang menjadi rujukan dunia: Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit.




Readmore..

21 Februari 2009

Taujih Buat Ukhti: Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

| 21 Februari 2009 | 3 komentar

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh…sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.


Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid ;22-23)

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.


Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah :

“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!




Readmore..

25 Desember 2008

Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik

| 25 Desember 2008 | 0 komentar




Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik


"Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyâi': 89).

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Âli 'Imrân: 38).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih.
Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our'an Surah Al-Anbiyâ' ayat, 89-90; Âli-'Imrân, 38-41.




Readmore..

25 November 2008

Doa Kami...

| 25 November 2008 | 0 komentar



Doa Keselamatan

"Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286)



Penjelasan:
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan." (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).


Readmore..

19 November 2008

Doa Permohonan Kami…

| 19 November 2008 | 1 komentar



Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)
22 November 2008


Segala puji bagi-Mu ya Allah yang pertama tanpa ada yang mengawali…
Yang terakhir tanpa ada yang mengakhiri…
Yang tak terlihat oleh pandangan orang yang memandang…
Yang tak tergambarkan oleh bayangan orang yang membayangkan…

Engkau ciptakan makhluk dengan kekuasaan-Mu…
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan kehendak-Mu…

Segala puji ya Allah yang memberi kami kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Mu…
Yang membuka bagi kami pintu-pintu ilmu keilahian-Mu…

Segala puji ya Allah dengan segenap pujian yang dikumandangkan para malaikat dan para makhluk yang dimuliakan…

Segala puji bagi-Mu atas nikmat yang engkau berikan kepada kami hamba-hamba-Mu yang telah mendahului maupun yang akan datang kemudian…
Pujian kami haturkan kepada-Mu sebagai penghubung untuk mentaati dan meminta ampunan sebagai penyebab memperoleh ridho pengantar jalan menuju surga…

Segala puji bagi-Mu ya Allah…
Kau ciptakan kami sebagai hamba-Mu dan sebagai ummat Nabi Muhammad kekasih-Mu…



Perkenakan doa hamba Ya Allah..

Sumber: Emotional Spiritual Question (ESQ) 165

Readmore..

12 November 2008

Apakah Orang Mati Mendengar Doa?

| 12 November 2008 | 0 komentar

Orang-orang mati tidak mendengar doa.


Dalil dari Al Quran

]إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى [(النمل: من الآية80)

Sesungguhnya engkau tidak memperdengarkan orang mati.

]وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ[(فاطر: من الآية22)

Dan tidak engkau memperdengarkan orang yang ada dalam kuburan.

Dalil dari As Sunnah

]إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغون عن أمتي السلام [صحيح رواه أحمد.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala memiliki Malaikat-Malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.

Diambil dari akhukum fillah La Adri At Tilmidz, Syaikh Muhammad Jamil Zainu





Readmore..

09 November 2008

Al Qur'an hari ini...

| 09 November 2008 | 0 komentar



Doa Keluarga Maslahah

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrâhîm: 41-42)

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42.


Readmore..

10 September 2008

Yudisium : Tomorrow, The Judgement Day

| 10 September 2008 | 6 komentar


Bismillahirrahmanirrahim
Ba’da tahmid wa shalawat

SURAT CINTA PENDINGIN JIWA

Surat ini kuniatkan untuk diriku sendiri serta saudara/i-ku yang insya Allah tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, karena cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kuracik untuk diriku sendiri serta saudara/i-ku yang kerapkali melakukan suatu pekerjaan dengan niat yang salah, padahal yang demikian itu akan memberikan akhir sebuah kegagalan yang akan kita sesali dan sungguh merugilah kita. Bukankah air yang berada di hulu, apabila ia kotor maka yang di hilir sudah pasti akan kotor pula? Sudah sepatutnyalah kita tata niat di hati kita dengan sebaik-baiknya.

Surat ini kuhadiahkan pula untuk jiwaku serta jiwa saudara/i-ku yang mulai berat menyertakan kemauan dan kesabaran dalam setiap perbuatannnya. Padahal keduanya adalah dasar utama dari sebuah kesuksesan di dunia yang fana ini dan akhirat yang kekal nanti. Tanpa kemauan, seorang menjadi enggan untuk berbuat, bahkan seringkali tidak berbuat sama sekali pada akhirnya. Sedangkan tanpa kesabaran, seseorang akan menjadi mudah berputus asa.
Surat ini kuramu untuk ruh-ku dan ruh saudara/i-ku yang mulai enggan melakukan perbuatan baik karena dirasa sulit. Padahal disanalah letak cahaya sesungguhnya. Setiap memulai pekerjaan baik kadang terasa sulit, ibarat membuka hutan, dibutuhkan kerja ekstra keras.
Surat ini kukhususkan untuk diriku sendiri serta saudara/i-ku yang kurang berhati lapang dalam menjalani hidup yang hanya sementara di dunia ini. Padahal segala kejadian yang terjadi dalam hidup ini sudah ditentukan dan diatur oleh Allah, maka terimalah setiap kejadian yang menimpa kita dengan hati yang ikhlas. Baik dan buruk pasti terjadi dalam kehidupan ini, sebagaimana senang dan susah pun akan datang silih berganti.
Surat ini kukemas untuk hatiku dan hati saudara/i-ku yang mudah terpana dan terpesona dengan gemerlapnya dunia ini sehingga berbuat sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Sekuat apakah hawa nafsu dalam diri kita sehingga demikian sulit untuk dikuasai dan dikendalikan? Sebegitu mudahkah kita diperbudak dan dipermainkan oleh dunia? Bekalilah diri dengan tawakal kepada Allah untuk menaklukkan dunia serta bertawakallah kepada-Nya agar kita tidak tersesat untuk selama-lamanya.
Surat ini kupersembahkan untuk ruhku dan ruh saudara/i-ku yang belum menyadari sepenuhnya bahwa masing-masing diri kita adalah arsitek dari keberhasilan kita sendiri. Diri kita sendirilah yang akan membawa kita pada keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini. Diri kita akan menentukan apakah kita akan bahagia atau sengsara di dunia ini terlebih di akhirat kelak. Sadarkah kita bahwa kita-lah pemegang tanggung jawab penuh atas keselamatan diri kita?
Akhirnya, surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki waktu luang untuk berintrospeksi terhadap apa yang telah kta lakukan selama ini. Adililah diri kita masing-masing dan perbaikilah segala hal yang keluar jalur. Setiap manusia kelak akan diadili oleh Allah, di depan pengadilan yang mana tiada satupun yang luput dari-Nya, dengan hanya amalan kita sebagai pembela. Sudah cukup banyakkah amalan kita untuk memenangkan sidang tersebut?
“Berkatalah yang benar, karena berkata benar itu menunjukkan pada kebaikan dan kebaikan akan membawa jalan menuju surga. Seseorang yang terus membiasakan berkata benar, maka orang itu akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang selalu berkata benar. Jauhilah berkata dusta karena dusta itu membawa pada kejahatan dan kejahatan itu akan membawa ke neraka. Seseorang yang membiasakan berdusta dan selalu cenderung berdusta, akhirnya ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang banyak berdusta.” (HR. Bukhary-Muslim)
“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murniya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke surge yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakam, “Ya Allah, kami mohon Engkau menyempurnakan cahaya kami yang seterang-terangnya. Ampunilah dosa kami, Engkau Maha Kuasa atas segala-segalanya.” (QS. At-Tahrim : 8)

Wallahua’lam bishowab

SKILL 2005 dan Medical Islamic Community (MedIC) FK 2002


Readmore..
 
© Copyright 2010. Blog Dokter Indonesia . All rights reserved | FK UNAIR 2002 is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com