Jual Alat Kesehatan dan Jas Dokter Murah

JASMINE MEDICAL SURABAYA. JL. GUBENG KERTAJAYA 4 RAYA NO 9 SURABAYA. Buka SENIN sd JUMAT 16.00-20.00, SABTU-MINGGU SESUAI PERJANJIAN. No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

BlogDokter Khitan Surabaya

Jasmine Medical Surabaya melayani khitan/sirkumsisi di Surabaya. Alamat kami di: Jl. Gubeng Kertajaya 4 Raya No. 9 Surabaya No Hp/sms/whatsapp/line: 081332634645

24 Maret 2012

Harga Notebook

| 24 Maret 2012 | 0 komentar

Harga Notebook akan selangit mengingat akan terjadi kenaikan BBM? benarkah demikian?. Harga BBM akan naik 1 April 2012 ini dan akan sangat berdampak luas terutama ke masyarakat miskin. Pemerindah dan DPR RI belum menyepakati besarnya kenaikan BBM, namun berita terakhir premium akan dinaikkan sebesar 1.500 jadi 1 liter premium akan menjadi 6.000 rupiah. Nah penggemar gadget juga pasti akan ketar-ketir lha kok harga notebook tmbah naik aja. Demikian halnya dengan bahan pangan pokok setiap hari maka kebutuhan akan gadget dengan kenaikan harga BBM pun masih jauh dari harapan. Kenaikan sebelum BBM naik pun telah mengubah mekanisme pasar secara global. Belum naik tapi harga sudah pada selangit, program BLT tetap diberikan pada masyarakat miskin.

Readmore..

22 Maret 2012

Kanker Serviks Mengancam Wanita Indonesia

| 22 Maret 2012 | 0 komentar

Kanker Serviks Mengancam Wanita Indonesia-Kanker Leher Rahim (Ca Cervix)

DEFINISI
Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.

PENYEBAB
Kanker serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali. Jika sel serviks terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker serviks. Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks:
1. HPV (human papillomavirus)
HPV adalah virus penyebab kutil genitalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16, 18, 45 dan 56.


2. Merokok
Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual
5. Suami/pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun, berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks
6. Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970)
7. Gangguan sistem kekebalan
8. Pemakaian pil KB
9. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

GEJALA
Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear. Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. Pada saat ini akan timbul gejala berikut:
• Perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause
• Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak)
• Keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer, berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.
Gejala dari kanker serviks stadium lanjut:
• Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan
• Nyeri panggul, punggung atau tungkai
• Dari vagina keluar air kemih atau tinja
• Patah tulang (fraktur).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
Pap smear
Pap smear dapat mendeteksi sampai 90% kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Akibatnya angka kematian akibat kanker servikspun menurun sampai lebih dari 50%. Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun, sebaiknya menjalani Pap smear secara teratur yaitu 1 kali/tahun. Jika selama 3 kali berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, Pap smear bisa dilakukan 1 kali/2-3tahun.

Readmore..

19 Maret 2012

Download Surat Keterangan Pendaftaran PPDS-1 FK UNAIR

| 19 Maret 2012 | 3 komentar

Assalamu'alaikum. Semoga TS dalam keadaan sehat selalu, ada beberapa pertanyaan kepada saya melalui blog ini kok surat keterangan pendaftaran bisa di download tapi passwordnya gak ada. Nah saya memang lupa passwordnya dan surat tersebut bikinan adek kelas saya yang masuk bagian Obstetri dan Gynekologi. Oke tanpa panjang lebar saya akan mengupload surat keterangan yang diperlukan untuk mendaftar PPDS-1 FK UNAIR, jangan lupa memberi materai 6.000 pada ketiga surat pernyataan tersebut. Saya akan mengupload 3 macam surat keterangan yaitu:

Membuat surat pernyataan bersedia mematuhi semua peraturan yang berlaku di RSUD DR.SOETOMO;FK UNAIR;Prodi-prodi Masing.

Membuat surat persetujuan mengikuti Pendidikan Spesialis dari orang tua/suami/istri.

Membuat surat pernyataan bersedia ditugaskan diseluruh wilayah Indonesia selama menempuh pendidikan diketahui oleh orang tua/suami/istri).

Surat Pernyataan Bersedia Mematuhi Peraturan

Surat Persetujuan Ortu-Istri-Suami

Surat Pernyataan Kesediaan Penempatan


Surat pernyataan tersebut saya upload via 4shared dan tidak ada passwordnya. Semoga bermanfaat dan sukses untuk ujian PPDS-1 FK UNAIR 2012.

Blog Dokter


Readmore..

05 Maret 2012

Varises adalah Gangguan Vaskuler Terbanyak di Manusia

| 05 Maret 2012 | 0 komentar

Varises merupakan gangguan vaskuler yang paling sering ditemukan pada manusia. Beberapa literatur menyebutkan beragam prevalensi, mulai dari 2% sampai diatas 60%1. Prevalensi meningkat khususnya pada kehamilan yaitu mencapai 80% pada trimester pertama, karena efek dari progesteron. Namun demikian, luasnya sebaran dari prevelensi ini juga mungkin menunjukkan tidak adanya definisi yang konsisten dari varises.

Beberapa penulis membagi varises menjadi dua kelompok besar yang berbeda, varises primer dan varises sekunder. Secara umum, varises primer disebabkan karena kegagalan katup vena, yang kemudian menyebabkan refluks darah ke vena superfisial. Varises sekunder disebabkan oleh adanya hipertensi vena karena penyakit lain, seperti sindroma postphlebitis, fistula arteriovenosus, atau oklusi vena proksimal karena tumor atau trauma.

Definisi dan Klasifikasi
Meski penyakit ini lazim ditemukan, tidak ada klasifikasi yang diterima secara umum untuk gangguan vena di tungkai bawah, termasuk varises Cuschieri, Steele dan Moosa mendefinisikan varises sebagai :
“a superficial vein of the lower limb, which has permanently lost its valvular efficiency, and as a product of the resultant venous hypertension in the standing position becomes dilated, tortuous and thickened”. Definisi ini sendiri dapat mencakup gangguan yang luas dari vena pada tungkai bawah, mulai teleangiektasi sampai varises vena utama dengan luka yang sukar sembuh.

Ada dua klasifikasi utama untuk gangguan vena, yaitu klasifikasi Widmer dan klasifikasi CEAP. CEAP adalah singkatan dari presentasi klinis (“clinical presentation”), etiologi (“Etiology”), wilayah anatomis (“anatomical area”) dan patofisiologi (“Patophysiology”).



Epidemiology

Varises merupakan masalah yang lazim, dimana prevalensi telah dilaporkan beragam, mulai dari 2 % sampai 60% pada populasi. Di Inggris, Edinburgh Venous Study (EVS) memeriksa lebih dari 1500 orang dewasa dan menemukan 39,7% pria serta 32,2% wanita memiliki varises2. Prevalensi varises retikular bahkan lebih tinggi lagi, mencapai 80% pada pria maupun wanita. Literatur lain menyakan bahwa prevalensinya dapat naik sampai 80% pada kehamilan trimester I. Prevalensi ini meningkat bersamaan dengan meningkatnya usia, dimana hanya didapatkan 11,5% pada kelompok umur 18-14 tahun, sementara mencapai 55,7% pada kelompok umur 55-64 tahun. Berdasarkan pembagian primer dan sekunder, 95% kasus adalah primer , sementara 5% adalah sekunder.

Readmore..
 
© Copyright 2010. Blog Dokter Indonesia . All rights reserved | FK UNAIR 2002 is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com